Kethoprak Milenial Sanggar Bharada

Para seniman muda bermain peran dalam kesenian Kethoprak sebagai upaya melestarikan kebudayaan dan kesenian treadisional Jawa.

Ludruk Milenial Sanggar Bharada

Para seniman muda bermain peran dalam kesenian ludruk sebagai upaya melestarikan kebudayaan dan kesenian treadisional Jawa.

Tradisi Mantenan Adat Jawa

Para mahasiswa bahasa Jawa UNESA sedang praktik tradisi mantenan adat Jawa.

Tradisi Mantenan Adat Jawa

Para mahasiswa bahasa Jawa UNESA sedang praktik tradisi mantenan adat Jawa.

Parade Musik Gamelan

Para mahasiswa bahasa Jawa UNESA sedang mengikuti parade musik gamelan di Royal Plaza Surabaya.

Fragmen Kethoprak Sumenten Edan

Para mahasiswa bahasa Jawa UNESA sedang menampilkan fragmen kethoprak Suminten Edan di TVRI Jawa Timur.

Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts

Thursday, November 17, 2022

Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024:

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, seperti ditunjukkan oleh gambar berikut:


Keenam ciri tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.

2. Berkebinekaan global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

3. Bergotong royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

4. Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

5. Bernalar kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.

6. Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Unduh buku Tunas Pancasila pada tautan berikut Buku Tunas Pancasila
Unduh Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sini

Thursday, August 11, 2022

Capaian Pembelajaran (CP) Mapel Bahasa Daerah (Jawa-Madura) Kurikulum Merdeka Provinsi Jawa Timur

Capaian Pembelajaran (CP) Mapel Bahasa Daerah (Jawa-Madura)
Kurikulum merdeka, bahasa jawa


Salam sehat,,
Bapak Ibu guru hebat, seiring dengan diberlakukannya Kurikulum Merdeka secara serentak di Tahun Pelajaran 2022/2023, maka perlu disusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka tersebut. Dokumen yang perlu disiapkan adalah Capaian Pembelajaran / CP dan modul ajar. Selain itu sekolah juga diharapkan menyusun projek penguatan profil pelajar pancasila yang sesuai dengan karakteristik lingkungan belajar dan peserta didik.

Mapel Bahasa Daerah adalah mapel yang masuk dalam Muatan Lokal di Kurikulum Merdeka, sehingga CP tidak disediakan oleh Kementrian. Dinas Pendidikan setempat baik itu Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berupaya untuk menyusun Capaian Pembelajaran Mapel Bahasa Daerah (Jawa dan Madura). Disamping itu sekolah diharapkan mnyesuaikan CP tersebut dengan kondisi sekolah dan karakteristik peserta didik.

Berikut adalah Capaian Pembelajaran Mapel Bahasa Daerah (Jawa dan Madura) Fase A,B,C,D,E dan F yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan bisa Bapak Ibu pakai sebagai acuan dalam pembelajaran Bahasa Daerah di sekolahan masing-masing.

CP Bahasa Daerah Provinsi Jawa Timur :


File CP bisa diunduh di link berikut : CP BAHASA DAERAH JATIM

Demikian, semoga bermanfaat. 
Aamiin,,,

Saturday, September 19, 2020

TIPS BELAJAR MENGAJAR DARI RUMAH UNTUK ANAK-ANAK SELAMA MASA PANDEMI COVID-19

Meningkatnya angka kasus COVID-19 mengharuskan anak-anak tinggal di rumah untuk belajar di masa pandemi demi kesehatan mereka. Dan nampaknya, metode belajar di masa pandemi tersebut akan terus berlanjut di era new normal atau kebiasaan baru. Tinggal di rumah untuk belajar di masa pandemi selama berbulan-bulan tentunya membuat sang buah hati jenuh dan merindukan guru serta teman-temannya. Untuk itu, sudah saatnya para orang tua untuk mendampingi anak belajar di masa pandemi dengan cara yang lebih menyenangkan. Lantas, bagaimana caranya? Simak rangkumannya sebagai berikut.

Mendongeng Virtual

Kegiatan virtual kini sudah menjadi new normal atau kebiasaan baru, begitu juga dalam dunia pendidikan. Anak bisa mencarikan dongeng yang disajikan secara virtual. Saat ini, dongeng virtual sudah dengan mudah didapatkan. Jadi mendongeng tidak terasa membosankan lagi karena anak tidak hanya mendengar ceritanya, namun juga diberikan visualisasinya melalui gambar-gambar yang membantu tumbuh kembang otak sang buah hati. Belajar dengan Audio Visual adalah cara belajar yang cukup efektif, anak-anak akan suka melihat materi pendidikan atau nilai-nilai penting disajikan dalam bentuk yang menarik

Tur Museum Secara Virtual

Berkunjung ke museum bukan hanya sebuah hiburan, namun juga sembari belajar. Karena keadaan tidak memungkinkan untuk membawa Si Kecil ke luar rumah, orang tua bisa mengajak mereka untuk tur museum secara virtual. Anda sebagai orang tua dapat menggunakan beberapa platform yang menyediakan jasa tur virtual ke museum di dalam dan luar negeri. Akan sangat asyik jika belajar dengan cara yang seperti ini.

Berikan Tugas atau Permainan dengan Sistem STEAM

Metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics) berfokus pada aspek kolaborasi, komunikasi, riset, mencari solusi, berpikir kritis, dan kreativitas. Sehingga, melalui metode STEAM, setiap murid dapat mengembangkan 5C, yakni Creativity, Collaboration, Communication, Critical Thinking, dan Character.

Ada beberapa manfaat dari metode pembelajaran STEAM, antara lain:
  • Anak belajar berproses, melihat pola, berlatih keterampilan berpikir kreatif, kolaborasi, dan komunikasi;
  • Pembelajaran yang digunakan berbasis teknologi ilmiah dan kemampuan menyelesaikan masalah di dunia nyata;
  • Anak dilatih untuk berani menyampaikan ekspresi diri, baik kritik maupun pendapat. Hal ini meningkatkan kemampuan komunikasi verbal dan non verbal anak, sehingga anak terbuka terhadap persepsi orang lain;
  • Mengembangkan potensi anak untuk membuat koneksi antara bahan pembelajaran, desain pembelajaran, serta lingkungan di sekitarnya;
  • Anak menemukan berbagai informasi sehingga menuntutnya untuk berpikir kreatif dan kritis terhadap hal-hal baru. Mereka didorong untuk memecahkan masalah bersama guru dan teman sebayanya.

Membuat Pajangan di Rumah

Agar anak termotivasi dengan kegiatan membaca, setiap selesai membaca satu buku cobalah tugaskan mereka untuk membuat karya kreatif yang memuat isi buku yang sudah dibaca. Bentuknya bisa berupa poster, cerpen, puisi, atau sinopsis yang ditulis dengan kata-kata siswa sendiri. Selanjutnya, karya tersebut dapat dipajang di dinding kamar, tempat belajar, atau ditunjukkan kepada guru dan teman-temannya melalui grup kelas di WhatsApp.

Sebagai orang tua, kita harus bisa menyampaikan pada anak bahwa kegiatan pembelajaran selama pademi ini kita lakukan untuk bisa memutus penyebaran virus COVID-19. Agar kita bisa saling menjaga satu sama lain.

Nah, itu dia beberapa cara menyenangkan yang dapat Anda lakukan untuk anak selama belajar di masa pandemi. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan gizi dan kebersihan Si Kecil, ya, parents!


TIPS PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ DARING) AGAR LEBIH EFEKTIF DAN MAKSIMAL UNTUK SISWA

Tips Belajar Daring


Penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19 di Indonesia membuat banyak sekolah menghentikan proses pembelajaran tatap muka. Sebagai gantinya, pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh selama COVID-19. Bagaimanapun juga, Pembelajaran jarak jauh selama COVID-19 membutuhkan bantuan teknologi yang mumpuni dan dapat diakses dengan mudah. Selain itu, para murid juga mesti siap beradaptasi dengan perubahan pembelajaran yang diatur oleh sekolah. Lantas, bagaimana tips Pembelajaran jarak jauh selama COVID-19? Yuk, simak beberapa tips di bawah ini!

Atur Manajemen Waktu

Aturlah waktu belajar dengan teratur. Kerjakan dengan fokus tugas yang diberikan oleh para guru. Hal ini lebih mudah dijalani jika pihak sekolah memberikan batasan jadwal akses daring kepada murid-muridnya. Hal ini akan berbeda jika penyedia layanan pendidikan memberikan fleksibilitas penuh kepada pelajar. Para siswa mesti mengatur sendiri jadwal belajar mereka. Bagi orang-orang yang belum terbiasa belajar mandiri, biasanya akan mengerjakan tugas-tugas sekolah di menit-menit terakhir tenggat waktu yang ditetapkan. Oleh sebab itu, membiasakan diri untuk belajar dan mengerjakan tugas di awal waktu adalah keterampilan yang perlu kamu tanamkan selama melakukan remote learning.

Persiapkan Gadget yang Dibutuhkan

Kamu perlu mempersiapkan peralatan-peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh selama COVID-19. Tidak semua sekolah sudah menyediakan layanan belajar daring yang memadai. Oleh karena itu, beberapa platform belajar daring dapat menjadi alternatif. Demikian juga perkakas gadget seperti komputer, smartphone, atau tablet menjadi penting, dan terutama juga jaringan internet yang baik. Tanpa hal ini akan sulit bagi kamu untuk bisa mengikuti setiap rangkain kegiatan belajar jarak jauh.

Jaga Komunikasi dengan Rekan-rekan Kelas

Bagi yang belum terbiasa melakukan remote learning, ia harus menyesuaikan diri untuk terus visibel dan berkomunikasi tanggap dengan pengajar atau rekan kelas lain. Jika dibutuhkan, perlu juga diadakan grup khusus untuk membahas tugas yang dibebankan pengajar. Kendati tidak harus dilakukan dengan tatap muka, komunikasi mesti terjalin dengan baik untuk menghindari kesalahpahaman. Gunakan momen-momen semacam ini untuk mengasah keterampilan komunikasi daring yang kamu miliki. Jika memang belum yakin dengan hasil tugas yang dikerjakan, segera hubungi pengajar atau guru pengampu yang bersangkutan. Lakukan sesegera mungkin untuk menunjukkan komitmen bahwa kamu tetap serius untuk belajar. Komunikasi dengan rekan-rekan kelas juga bisa membantu kamu menghilangkan kebosanan ketika belajar jarak jauh.

Belajarlah dengan Sungguh-sungguh

Kesalahan yang sering dilakukan siswa, dalam pembelajaran jarak jauh selama COVID-19 adalah tidak fokus ketika melakukan remote learning. Selama melakukan pembelajaran di internet, banyak sekali distraksi yang mengganggu proses pembelajaran. Godaan untuk menonton video, mengakses media sosial, hingga membaca-baca konten berita secara impulsif seringkali dilakukan tanpa rencana sebelumnya. Oleh sebab itu, penting bagimu untuk berusaha fokus dan konsisten selama waktu belajar yang ditetapkan. Hindari segala macam distraksi yang berpotensi mengganggu proses belajar. Jika memungkinkan, tetapkan ruang khusus untuk belajar dan menjauhkan diri dari gangguan anggota keluarga yang lain.

Nah, itu dia empat tips pembelajaran jarak jauh selama COVID-19. Kegiatan pembelajaran jarak jauh ini harus kita lakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Semoga kegiatan pembelajaran bisa kembali seperti sedia kala. Teruslah belajar dan jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan, ya. Boleh juga nih ceritain gimana sih rasanya belajar jarak jauh yang beda dengan cara belajar kamu yang dulu.



Friday, August 14, 2020

Tahap Perkembangan Kognitif Piaget

Piaget
Terdapat empat tahap perkembangan kognitif piaget, yaitu:

1. Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun)
Tahap paling awal perkembangan kognitif terjadi pada waktu bayi lahir hingga umur 2 tahun. Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. Pada tahap ini, intelegensi anak lebih didasarkan pada tindakan inderawi anak terhadap lingkungannya, seperti meraba, menjamah, mendengar, membau, dan lain lain. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan, dan dilakukan langkah demi langkah. Aktivitas kognitif terpusat pada aspek alat dria (sensori) dan gerak (motor), artinya dalam tahap ini, anak hanya mampu melakukan pengenalan lingkungan dengan melalui alat drianya dan pergerakannya. Keadaan ini merupakan dasar bagi perkembangan kognitif selanjutnya, aktivitas sensorimotor terbentuk melalui proses penyesuaian struktur fisik sebagai bentuk interaksi dengan lingkungan.

Sunday, July 26, 2020

PBM Daring? Dilema Pilih Makan atau Paket Data

Gambar siswa belajar daring
Proses Belajar Daring
Kedatangan wabah Covid-19 saat ini membawa semua orang dengan kehidupan yang sangat tidak biasa. Baik dari kehidupan sosial, kehidupan ekonomi hingga kehidupan untuk menempuh pendidikan. Semuanya berbeda cara megerjakannya dan menyelesaikannya. Hal ini karena kita hidup seperti dari 0 lagi, menata ulang agar semuanya menjadi mudah dan cukup. 

Dari fenomena ini ada yang sangat tersorot tajam. Yaitu, masalah pendidikan. Semenjak sekolah dicanangkan sekolah dirumah banyak hal yang terus menjadi masalah besar. Orang tua harus selalu siaga di dalam pelajaran pelajaran yang diminta sekolah dan ini menjadi beban orang tua. Mau ditelaah seperti apa saja dan mau tolak dengan cara apapun tidak akan bisa karena saat ini peran orang tua memerlukan proses belajar mengajar anak-anak mereka. 

Siap atau tidak, mau atau tidak sistem pendidikan tetap harus berubah setelah adanya pandemi ini. Kasihan para siswa yang orang tuanya selalu aktif bekerja Ibunya juga bekerja. Tugas-tugas mereka harus diselesaikan setelah orang tua mereka pulang terkendala jika orang tua mereka sudah capek, dan tugas-tugas harus diselesaikan pada hari itu juga karena hari berikutnya bahan sudah berubah. Jadi terus sampai masa pandemik selesai.

Permasalahan yang sangat signifikan adalah masalah yang diukur dan kuota data selama penggunaan untuk sekolah dirumah. Yang terjadi dan sudah-sudah banyak para siswa yang tidak memiliki gadged, hal ini sudah sering dibahas di layar kaca maupun di media massa. Bukan karena semua orang punya gadged, namun mendukung mereka ada diposisi ekonomi tidak mumpuni untuk membeli gadged canggih atau ada di pasaran ekonomi pas-pas an. Alat ini tidak bisa diwakilkan dengan yang lain karena ini merupakan modal utama pembelajaran berani.

Masalah yang tidak kalah penting adalah paket data internet. Nah ... meskipun sudah tersedia jika kuota data gak ada..ya ... sama juga bohong dong. Permasalahannya kuota itu harus beli dan harganya tidak murah. Jika dikalkulasi secara kasar, pembelajaran berani setiap hari paling tidak dilakukan selama kurang lebih 3 jam, sedangkan kuota yang harus tersedia lebih sedikit 2 Giga, itu untuk 3jam. Dan harga kuota per 5 Giga adalah sekitar 50 ribu hingga 70 ribu. Belum lagi jika dalam pembelajaran harus memakai video convernce seperti Zoom, Meet, Teams dan lain-lain yang jelas meghabiskan lebih banyak paket data. Kalau setiap hari harus mengeluarkan dana sebesar itu, bisa jadi mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk makanan tapi untuk makanan yang dihidangkan alias tidak kasat mata.

Jika kita melihat apa yang sudah dilakukan para orang tua, tugas rumah harus diselesaikan. Antara lain, menjadi Guru dadakan, jadi fotografer dadakan dan jadi bendahara untuk kuota keuangan pembelian. Terdengar keren dan asyik.
Jika dipaksakan untuk tidak menyelesaikan pastinya para siswa tidak akan mendapatkan pelajaran sekolah dengan baik. Semua orang harus belajar dan mendapatkan pembelajaran dengan baik.

Pembelajaran daring masih menjadi dilema untuk orang tua dan siswa. Disisi lain apabila melanggar peraturan dan melaksanakan pembelajaran tatap mula di sekolah akan berbahaya bagi siswa itu sendiri. Kita semua berdoa agar kondisi kembali normal dan kegiatan pembelajaran bisa normal seperti semula dan anak-anak mendapatkan hak belajar yang baik.

Monday, July 13, 2020

Muatan Lokal Bahasa Jawa Sebagai Media Pendidikan Karakter

Bahasa Jawa sebagai penguat pendidikan karakter
Pendidikan Karakter
Sebagai guru atau seorang pendidik, tentu berharap agar peserta didik bisa memiliki akhlak dan karakter yang baik. Meski disadari bahwa membentuk karakter pada anak bukanlah hal yang mudah. Membentuk karakter perlu waktu yang cukup lama untuk melakukan pembiasaan-pembiasaan yang diharapkan. Pembentukan karakter dimulai dari tingkat bawah yaitu keluarga.

Tuesday, June 30, 2020

Jenengku Gathutkaca

Cerita wayang Gatotkaca

Aku mung bisa nangis kekejer lan mancal-mancal. Bapakku Werkudara lan Ibu Dewi Arimbi kaya lagi kerubuhan gunung. Mengkono